Presiden yang Lebih Buruk dari Lalat
ILUSTRASI.
NUSWANTARA COM -Semoga Allah Ta’ala menerima pengorbanan semua Mujahid yang berjuang di Jalan-Nya dan hanya berharap Ridha dan surga-Nya.
Seorang Mujahidah bernama Zainab
al-Ghazali diperlakukan secara biadab oleh rezim pemerintahan zalim di
negerinya. Tubuh sang wanita muslimah itu, didera sebanyak 6800
cambukan.
Namun, beliau tetap tegar dan tak
bergeser sedikit pun keteguhannya dalam membela agama Allah Ta’ala.
Bahkan Jaksa Penuntut Umum yang piawai bersilat lidah, tak mampu
membungkam kejujuran lisannya.
“Apakah benar bahwa kau pernah menyebut Presiden Gamal Abdul Nashr sebagai Abu Jahal.” Tanya jaksa mulai mengintrogasi.
“Benar,” tegasanya, “tapi aku menyesal
menyebutnya demikian.” Lanjutnya menerangkan, “Ternyata dia bukan
sekadar Abu Jahal (Bapaknya kebodohan),” pungkasnya mengatakan, “tapi
dia adalah Abu Ajhal (Bapaknya segala kebodohan).”
Rupanya, beliau bukan melemah, justru
semakin yakin dengan pendiriannya. Dalam persidangan yang lain
ditanyakan kepadanya, “Apakah benar anda menyebut lalat kepada Tuan
Presiden?”
Akunya, “Benar,” lanjutnya tak lama
setelah itu, “tapi aku menyesalinya.” Bukan menyesal karena menyebut
lalat sebagai perlambang keburukan, rupanya yang ia maksud bahwa
presiden lebih buruk dari seekor lalat.
“Ada sebuah hadits shahih tentang lalat;
dalam satu sayapnya ada racun, dan sayap yang lainnya sebagai penawar
racun,” terangnya tanpa takut, “sedangkan orang itu sama sekali tidak
ada obat dalam dirinya.”
“Lantas,” tanya jaksa, “apa nama dan sebutan anda pada Presiden?”
Maka Zainab al-Ghazali menjawab, “Saya
menyebutnya Hantu Sawah.” Jelasnya penuh kemantapan, “Ialah
orang-orangan yang terbuat dari kain gombal, dari kayu yang dipakaikan
sepotong kain, yang fungsinya untuk menakut-nakuti manusia seperti
tongkat menakut-nakuti burung.”
“Empat puluh juta manusia dikendalikan
oleh sebuah tongkat?” hardik si Jaksa penuh kemarahan. “Ya,” lanjut
Zainab, “tongkat yang dikendalikan dari luar.”
Yang ia maksud luar adalah kepentingan
politik para musuh Islam yang berada di luar negeri; Amerika dan semua
sekutunya, termasuk Zionis.
Demikianlah salah satu episode keteguhan
para mujahid yang mendekam di balik jeruji besi karena rezim zalim yang
memusuhi Islam dan kaum Muslimin. Semoga Allah Ta’ala menolong para
mujahid, di mana pun mereka berada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar