ORANG YG DI KENCINGI SETAN.

ilustrasi : terlambat bangun.
NUSWANTARA COM - Syetan punya misi untuk menyesatkan manusia. Dengan keistimewaan tidak dapat dilihat oleh manusia, syetan dari golongan jin memiliki banyak cara untuk menjalankan misi tersebut. Baik dengan bisikan, membuat buhul/ikatan, hingga mengencingi manusia. Tentu, tidak semua orang bisa dikencingi oleh syetan. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini menjelaskan siapa saja yang dikencingi oleh syetan.
ilustrasi : terlambat bangun.
NUSWANTARA COM - Syetan punya misi untuk menyesatkan manusia. Dengan keistimewaan tidak dapat dilihat oleh manusia, syetan dari golongan jin memiliki banyak cara untuk menjalankan misi tersebut. Baik dengan bisikan, membuat buhul/ikatan, hingga mengencingi manusia. Tentu, tidak semua orang bisa dikencingi oleh syetan. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini menjelaskan siapa saja yang dikencingi oleh syetan.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,
beliau mengatakan bahwa disebutkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam bahwa ada seorang laki-laki yang tidur semalaman hingga waktu
pagi (kehilangan waktu Subuh), maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِى أُذُنَيْهِ – أَوْ قَالَ – فِى أُذُنِهِ
“Laki-laki itu telah dikencingi setan pada telinganya” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Mungkin ada sebagian ulama yang
menafsirkan hadits ini dengan mengatakan bahwa mengencingi tersebut
merupakan majaz yang berarti syetan gembira dan merayakan
keberhasilannya melihat orang tidak bisa shalat Subuh. Namun, ketika
menjelaskan hadits ini dalam Syarh Shahih Muslim, Imam An
Nawawi membawakan penjelasan Al Qadhi ‘Iyadh bahwa ia memahami hadits
ini secara tekstual. Bahwa syetan benar-benar mengencingi telinga orang
tersebut.
Lalu, mengapa tidak terlihat bekasnya?
Wallahu a’lam. Jika syetan saja tidak bisa diindra, maka kencingnya juga
tidak bisa diindra. Warnanya tidak tampak, basahnya tidak terasa,
baunya tidak dapat diidentifikasi dengan hidung manusia.
Kita pastilah tidak suka dengan kencing
sembarangan. Apalagi dikencingi. Sebab dikencingi adalah sebuah tindakan
penghinaan dan merendahkan. Orang yang dikencingi orang lain, ia adalah
orang yang paling lemah dan seakan-akan tidak memiliki harga diri. Pun
dengan dikencingi syetan. Martabatnya jatuh, derajatnya rubuh, izzahnya
luruh.
Kita pastilah tidak suka syetan. Apalagi
dikencingi syetan. Tetapi itu bisa terjadi setiap hari jika kita bangun
terdahului matahari. Atau bahkan kita bangun tak bisa mengejar fajar.
Sebab sebagian ulama menafsirkan orang yang dikencingi syetan adalah
orang yang bangunnya terlambat hingga tak dapat menunaikan shalat Subuh
berjamaah. Sebagian ulama lainnya menafsirkan orang yang dikencingi
syetan adalah orang yang bangunnya ketika matahari telah terbit sehingga
ia kehilangan waktu Subuh.
Bagaimana caranya agar tidak dikencingi
syetan? Caranya adalah dengan bangun sebelum Subuh. Pasti tidak
dikencingi syetan. Kalaupun terlambat sedikit, bangunlah di waktu yang
memungkinkan untuk menunaikan Subuh berjamaah.
Ya Allah… mudahkanlah kami untuk shalat Subuh berjamaah dan jauhkanlah kami dari kencing syetan. [NUSWANTARA COM]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar